2012年3月3日土曜日

Pesawat Tempurku....



Ada sedikit yang menggelitik telingaku ketika mendengarkan lagu "Pesawat Tempurku" dari Iwan Fals. Liriknya sederhana, mengalir polos penuh pengharapan. Tapi ada kesan ketidakberanian yang kurasakan. Meskipun ngak tahu apa yang sebenarnya ingin disampaikan oleh Iwan Fals, tapi petikan lirik dibawah ini cukup menarik
"Kalau saja aku bukanlah penganggur, Sudah kupacari kau"
Menggelitik karena petikan lirik ini langsung ku tujukan kediriku, hingga liriknya menjadi " Kalau saja aku bukanlah penganggur, Sudah kunikahi kau ". Ya sesederhana itu kalimat yang ingin kuucapkan pada seseorang yang bisa menjadi perhiasan sang pelengkap tulang rusukku.
Polos dari sebuah keinginan dan harapan yang kadang tabu diucapkan. Tapi itulah hasrat dalam hati yang masih tertunda wujudnya. Dahaga dilubung jiwa yang masih terasa kering dindingnya. Semua masih terhalang oleh satu status, "Nganggur". Tapi disatu sisi aku merasa bukan itulah faktor utama penghambatnya, tapi "Keraguan" itulah penghambat sesungguhnya.

Kuharap ini segera terpuaskan dengan kunci keridhoan. Ridho yang berlandaskan ketulusan dalam menerima keputusan Sang Pemilik raga dan jiwa. Ridho dengan keyakinan bahwasanya jika bidadari itu tidak turun kedunia, maka ia akan menunggu di surga.
Ahh....semakin tak nyambung pula kurasakannya......

Sumber Foto: Blogger


2012年3月2日金曜日

Dont say "Stupid" to yourself....



Beberapa hari ini banyak ide yang ingin dituliskan kedalam blog, tapi karena alasan yang tidak jelas ide-ide tersebut menguap begitu saja. Pagi ini setelah bangun dari tidur yang cukup panjang, langsung saja aku membuka buka English Grammer karangan Betty Schrampfer Azar. Maklum terakhir kali sebelum tidur buku ini juga yang ada didepan mataku. Jadi begitu bangun aku langsung sadar kalau sedang mempelajari sesuatu dari buku tersebut. Lagi asik-asiknya mempelajari bentuk Past Time, tiba-tiba terlintas sebuah kalimat difikiranku yaitu "Jangan katakan bodoh terhadap diri sendiri", "Berhentilah mengatakan bodoh terhadap diri sendiri". Kalimat yang bertolak belakang dari apa yang sedang dipelajari.

Kenapa kalimat ini muncul? Rasanya aku tahu jawabnya. Ya, karena aku memang terlalu sering menisbatkan kata-kata bodoh terhadap diriku sendiri. Entah kenapa aku merasa kalimat itu justru membuat aku seperti "jatuh dan tertimpa tangga", alias semakin memperparah keadaanku yang memang bodoh. Kalaulah kebodohanku itu dipersentase sebesar 30 persen, maka ia menjadi 60 persen dengan perkataan yang melegimitasi kenyataan tersebut.

Meskipun kenyataannya demikian, bukan berarti kita harus meligitimasinya dengan kata-kata. Cukuplah apa yang kita rasakan saja. Kalaupun harus mengatakannya maka tambahkanlah kalimat dibelakakangnya, "saya bodoh, tapi tidak selamanya begitu, karena saya pasti bisa lebih pintar". Kalimat motivasi seperti ini jauh lebih berarti daripada kalimat yang menambahkan kerendahan kita. Meskipun aku bukanlah ahli motivasi, tapi aku bisa menebak kalau para motivator pasti akan mengaminkan kata-kataku ini....super sekali...haahaaaaaa...
So......Don't say "Stupid" to yourself